Penegakan Hukum Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak Yang dilakukan Oleh Orang Dewasa (Studi Kasus Putusan Nomor: 764/Pid.Sus/2015/PN.Bks)

Riyanti, Riyanti (2016) Penegakan Hukum Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak Yang dilakukan Oleh Orang Dewasa (Studi Kasus Putusan Nomor: 764/Pid.Sus/2015/PN.Bks). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201210115173_Riyanti_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (22MB)
[img] Text (BAB I)
201210115173_Riyanti_BAB I.pdf

Download (723kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201210115173_Riyanti_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[img] Text (BAB V)
201210115173_Riyanti_BAB V.pdf

Download (98kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201210115173_Riyanti_Daftar Pustaka.pdf

Download (141kB)
[img] Text (Lampiran)
201210115173_Riyanti_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (20MB)

Abstract

Kata Kunci : Penegakan Hukum, Kekerasan Seksual, Anak. Kekerasan seksual terhadap anak sering terjadi karena anak dianggap pihak yang lemah tidak bisa memberikan perlawanan sehingga sangat potensial dan rentan menjadi korban. Banyaknya aksi kekerasan seksual terhadap anak akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan dan masalah di dalam masyarakat sehingga pemerintah menuangkan dalam Impres nomor 5 tahun 2014 tentang gerakan nasional menentang kekerasan seksual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor: 764/Pid.Sus/2015/PN. Bks pada kasus kekerasan seksual terhadap anak dan untuk mengetahui apakah putusan tersebut telah memberikan rasa keadilan serta melindungi korban kejahatan tersebut. Untuk meneliti hal tersebut penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan mengacu kepada aturan hukum yang berlaku serta penerapam yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Berdasarkan hasil penelitian dan menggunakan putusan lain sebagai perbandingan ditemukan bahwa penerapan hukum UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak sudah sesuai dalam batas-batas yang ditentukan dan diatur dalam undang-undang baik dalam segi muatan pasalnya maupun pemberian sanksinya. Namun yang menjadi permasalahan adalah penegak hukum belum sepenuhnya memberikan keadilan serta melindungi korban kejahatan tersebut jika mengingat dampak yang harus diderita korban. Hal itu terlihat dalam penjatuhan sanksi yang diberikan kepada terdakwa yaitu 10 tahun penjara. Dikhawatirkan nantinya akan dijadikan patokan dalam penjatuhan sanksi terhadap kasus yang sama di kemudian hari. Kesimpulan Penjatuhan putusan tersebut masih tergolong ringan dan belum memberikan keadilan serta melindungi korban karena berdasarkan UU Perlindungan Anak semestinya penjatuhan hukuman kepada terdakwa bisa lebih berat yaitu hukuman maksimal 15 tahun penjara. Adapun yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan menerapkan aturan yang ada dalam UU Perlindungan anak dan aturan yang terkait dengan kasus tersebut serta hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Diharapkan para hakim dalam menjatuhkan putusan dalam kasus kekerasan seksual lebih memahami penderitaan dan dampak yang dialami anak sebagai korbannya. Jika hukuman yang dijatuhkan berat diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Anggreany Haryani Putri, S.H., M.H., Pembimbing II: Indra Lubis, S.H., M.M.
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum (Umum)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 31 Jan 2019 04:09
Last Modified: 31 Jan 2019 04:09
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1022

Actions (login required)

View Item View Item