Pertanggungjawaban Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Elektronik Berdasarkan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Thun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Putusan Pidana Nomor: 292/PID/2012/PN.Cbn)

Jhonson, Habinsaran Panjaitan (2016) Pertanggungjawaban Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Elektronik Berdasarkan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Thun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Putusan Pidana Nomor: 292/PID/2012/PN.Cbn). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text
201110115017_Jhonson Habinsaran Panjaitan_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (660kB)
[img] Text
201110115017_Jhonson Habinsaran Panjaitan_BAB I.pdf

Download (524kB)
[img] Text
201110115017_Jhonson Habinsaran Panjaitan_BAB II, III, IV.pdf

Download (439kB)
[img] Text
201110115017_Jhonson Habinsaran Panjaitan_BAB V.pdf

Download (116kB)
[img] Text
201110115017_Jhonson Habinsaran Panjaitan_Daftar Pustaka.pdf

Download (184kB)
[img] Text
201110115017_Jhonson Habinsaran Panjaitan_Lampiran.pdf

Download (907kB)

Abstract

Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik. Salah satu kejahatan yang dilakukan dengan meyalahgunakan kecanggihan teknologi elektronik dan komputer adalah kasus pencemaran nama baik melalui internet. Pencemaran Nama Baik secara harafiahnya adalah tindakan untuk menjadikan seseorang itu rendah diri "humble", atau menjatuhkan taraf seseorang itu dalam masyarakat. Bagaimanapun, istilah ini mempunyai banyak persamaan dengan emosi atau perasaan malu. Penghinaan secara kebiasaannya bukanlah merupakan pengalaman yang baik, kerana ia mengurangkan ego. Penghinaan tidak memerlukan penglibatan orang lain, ia boleh jadi kesadaran mengenai taraf diri seseorang, dan boleh menjadi satu jalan bagi menghapuskan perasaan bangga yang tidak sepatutnya. Penghinaan orang lain sering digunakan sebagai satu cara seseorang untuk menunjukkan kuasanya kepada orang lain, dan merupakan bentuk biasa penderaan atau penekanan. Yang menjadi permasalahannya adalah, Bagaimanakah konstruksi hukum dan efektifitas penerapan sanksi bagi pelaku tindak pidana pencemaran nama baik melalui internet? dan Apakah dasar pertimbangan hukum dalam putusan hakim Nomor 292/PID/2012/PN. Cbn sudah sesuai dengan rasa keadilan hukum? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik dan untuk mengetahui bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik pada putusan Pengadilan Negeri Nomor 292/PID/2012/PN. Cbn. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan penelitian pustaka (library research), teknik analisis data yang diperoleh kemudian dikumpulkan baik secara primer maupun sekunder, dan dianalisis secara kualitatif. Perbuatan Fitria Kurniawan alias Abu Fahd Negara Tauhid meng-upload Video rekaman saksi Habib Alwi Assegaf Video melalui facebook yang berisikan tentang seorang Habib terkenal melakukan kesyirikan menunjukkan adanya motif atau niat untuk melakukan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadap Habib Alwi Assegaf. Dengan demikian, perbuatan terdakwa memenuhi unsur pidana dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE Jo. Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: H. M. Faal, S.H., M.H., D.Es., Pembimbing II: Hesti Widyaningrum, S.H., M.H.
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 22 Feb 2019 03:51
Last Modified: 22 Feb 2019 03:51
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1169

Actions (login required)

View Item View Item