Tinjauan Yuridis Penjatuhan Pidana Denda Terhadap Terpidana Anak (Studi Kasus Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Rbk.)

Bekti, Dwi Wiliarso (2018) Tinjauan Yuridis Penjatuhan Pidana Denda Terhadap Terpidana Anak (Studi Kasus Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Rbk.). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410115040_Bekti Dwi Wiliarso_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
201410115040_Bekti Dwi Wiliarso_BAB I.pdf

Download (841kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410115040_Bekti Dwi Wiliarso_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
201410115040_Bekti Dwi Wiliarso_BAB V.pdf

Download (258kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410115040_Bekti Dwi Wiliarso_Daftar Pustaka.pdf

Download (199kB)
[img] Text (Lampiran)
201410115040_Bekti Dwi Wiliarso_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penjatuhan pidana denda dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang diatur dalam Pasal 71. Berkaitan dengan putusan hakim Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Rbk. yang menjatuhkan pidana denda terhadap terpidana anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi penjatuhan pidana denda terhadap anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan untuk menegatui dasar pertimbngan hakim yang menjatuhkan pidana denda terhadap terpidana anak. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah secara yuridis-normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (case approach). Pidana denda pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bukanlah merupakan pidana pokok karena undang-undang tersebut memberlakukan asas keadilan restoratif atau pemuihan keadaan dan kerugian korban bukan pembalasan. Hal ini sangat penting karena anak masih berusia perkembangan, sehingga belum bisa sepenuhnya dikenakan hukuman yang bersifat pembalasan layaknya orang dewasa. Anak tidak dapat dijatuhi pidana denda, dalam undang-undang tersebut mengatur bahwa apabila dalam hukum materil terdapat pidana berupa denda maka diganti dengan pelatihan kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan undang-undang tersebut. Penjatuhan pidana denda terhadap terpidana anak tidak sesuai dengan keadilan restoratif dan hal tersebut bertentangan dengan prinsip perlindungan anak, khususunya prinsip kepentingan terbaik bagi anak serta telah mengabaikan asas lex spesialis sistematis. Sehingga tidak memenuhi rasa keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi terpidana anak. Kata kunci : Pidana Denda, Anak, Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Dr.H.Erwin Owan Hermansyah,SH.,MH., Pembimbing II: Hesti Widyaningrum,SH.,MH
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:49
Last Modified: 04 Mar 2019 04:49
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1222

Actions (login required)

View Item View Item