Penerapan Asas “Utmost Good Faith” Sebagai Syarat Keabsahan Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung RI No. 69 K/Pdt/2015)

Haksanti, Haksanti (2018) Penerapan Asas “Utmost Good Faith” Sebagai Syarat Keabsahan Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung RI No. 69 K/Pdt/2015). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410115090_Haksanti_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
201410115090_Haksanti_BAB I.pdf

Download (560kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410115090_Haksanti_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (777kB)
[img] Text (BAB V)
201410115090_Haksanti_BAB V.pdf

Download (131kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410115090_Haksanti_Daftar Pustaka.pdf

Download (141kB)
[img] Text (Lampiran)
201410115090_Haksanti_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB)

Abstract

Perkembangan bisnis asuransi dari tahun ke tahun semakin meningkat ditandai dengan semakin meningkatnya omzet perusahaan-perusahaan asuransi setiap tahun. Sebagai aktivitas bisnis yang terus meningkat, perusahaan asuransi harus senantiasa menjalankan prinsip-prinsip dan dasar-dasar hukum asuransi agar tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat. Salah satu prinsip yang harus dipegang teguh oleh pihak perusahaan asuransi sebagai penanggung maupun pihak masyarakat sebagai tertanggung, yaitu mereka harus menjalankan asas iktikad baik. Penerapan asas iktikad menjadi landasan perjanjian asuaransi. Namun dalam faktanya seringkali terjadi sengketa terkait hal tersebut, terutama kalau dikaitkan prinsip utmost good faith. Prinsip utmost good faith adalah asas iktikad baik dalam membuat perjanjian asuransi, dimana pihak Tertanggung wajib memberi informasi secara jujur terhadap apa yang dipertanggungkan kepada penanggung. Sengketa mengenai pelanggaran prinsip utmost good faith dalam perjanjian asuransi jiwa pernah mencuat dan menimbulkan sengketa antara Pemegang Polis/Tertanggung dengan PT. Commonwealth Life. Oleh karena itu, penulis berupaya meneliti tentang pengaturan persyaratan klaim yang menjadi obyek sengketa dan penerapan prinsip utmost good faith dalam penyelesaian sengketa masalah klaim dalam perjanjian asuransi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan empiris, dimana data penelitian sebagian besar berasal dari studi kepustakaan. Dari hasil penelitian secara implisit prinsip itikad baik telah diatur dan telah memehuhi asas perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 ayat (3) BW dan pasal 251 KUH Dagang. Ketiadaan kejujuran dalam perjanjian asuransi jiwa akan berdampak pada batalnya perjanjian asuransi karena adanya unsur cacat kehendak. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) prinsip utmost good faith merupakan sebuah prinsip yang harus dilaksanakan dalam setiap perjanjian asuransi (2) perjanjian asuransi antara Pemegang Polis dan PT Commonwealth Life merupakan perjanjian yang batal demi hukum, dan (3) Putusan Majelis Hakim merupakan putusan yang benar meskipun Majelis Hakim tidak memberikan pertimbangan pada pelanggaran utmost good faith dalam pertimbangan hukumnya, sedangkan putusannya tidak sesuai dengan prinsip hukum asuransi yang berlaku. Kata Kunci : Asuransi Jiwa, Utmost Good Faith, Perjanjian Asuransi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Rama Dhianty, SH.,MH., Pembimbing II: Ahmad Baihaki, SHI.,MH
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum (Umum)
Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:51
Last Modified: 04 Mar 2019 04:51
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1240

Actions (login required)

View Item View Item