Penerapan Penjatuhan Saksi Pidana Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pencabulan Sesuai Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang 35 Tahun 2014 (Studi Kasus: Nomor 776 K/Pid.Sus/2015

Kristianti, Aritonang (2018) Penerapan Penjatuhan Saksi Pidana Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pencabulan Sesuai Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang 35 Tahun 2014 (Studi Kasus: Nomor 776 K/Pid.Sus/2015. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410115113_Kristianti Aritonang_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
201410115113_Kristianti Aritonang_BAB I.pdf

Download (548kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410115113_Kristianti Aritonang_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB)
[img] Text (BAB V)
201410115113_Kristianti Aritonang_BAB V.pdf

Download (230kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410115113_Kristianti Aritonang_Daftar Pustaka.pdf

Download (134kB)
[img] Text (Lampiran)
201410115113_Kristianti Aritonang_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pencabulan adalah sebuah perbuatan yang berkenan dengan kehidupan di bidang seksual yang melanggar kesusilaan (kesopanan), termasuk pula persetubuhan di luar perkawinan. Kitab undang-undang Hukum Pidana menggolongkan tindak pidana pencabulan kedalam tindak pidana kesusilaan. Saat ini marak terjadi kasus tindak pidana pencabulan yang korbanya adalah anak di bawah umur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penjatuhan dalam pasal 81 ayat (2) undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam putusan Nomor: 776 K/PID.SUS/2015 tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan 776 K/PID.SUS/2015 penelitian mengunakan metode yuridis normative, dengan spesifikasi penelitian deskripsi normatif, jenis data yang digunakan yaitu dengan skunder yang diproleh melalui studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa penerapan unsur-unsur pasal 81 ayat (2) undang-undang 23 Tahun 2002 dalam putusan 776 K/PID.SUS/2015 tentang Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak dengan: Unsur setiap orang/ barang siapa telah terpenuhi, Unsur dengan sengaja telah terpenuhi, unsur membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain telah terpenuh. Alasan apa yang membuat Hakim menjatuhkan pidana pada putusan 776 K/PID.SUS/2015 telah mempertimbangkan dasar mengadili, dasar memutus, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Mendasarkan pada pembuktian dengan alat bukti yang sah yang diatur dalam pasal 184 ayat (1) KUHP yang berupa keterangan saksi, surat dan keterangan terdakwa: telah terpenuhinya unsur-unsur pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan terdakwa, serta dengan telah terpenuhinya syarat-syarat pemidanaan baik pada orangnya atau pada perbuatannya. Oleh karena itu maka Majelis Hakim Pengadilan Negari Lamongan berkeyakinan bahwa terdakwa Muhammad Lutfan terbukti secara sah melakukan tindak pidana “membujuk anak untuk melakukan persetubuhan denganya” dan menjatuhkan pidana berupa pidana penjara selama 1 Tahun 6 Bulan maka dari itu hakim telah melakukan kekeliruan dengan menjatuhkan pidana di bawah batas minimum yang sesharusnya yang telah di atur. Kata kunci : Penerapan ,Sanksi Pidana, Pelaku Pidana.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Fransiska Novita Eleanor, S.H,M.Hum., Pembimbing II: Drs. Octo Iskandar,S.H., M.H
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:52
Last Modified: 04 Mar 2019 04:52
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1253

Actions (login required)

View Item View Item