Perlindungan Hak Eksklusif Merek Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek dan Prinsip National Treatment Dalam Sengketa Merek Di Pengadilan Niaga

Nindya, Devi Ersalina (2018) Perlindungan Hak Eksklusif Merek Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek dan Prinsip National Treatment Dalam Sengketa Merek Di Pengadilan Niaga. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410115146_Nindya Devi Ersalina_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (9MB)
[img] Text (BAB I)
201410115146_Nindya Devi Ersalina_BAB I.pdf

Download (719kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410115146_Nindya Devi Ersalina_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
201410115146_Nindya Devi Ersalina_BAB V.pdf

Download (169kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410115146_Nindya Devi Ersalina_Daftar Pustaka.pdf

Download (314kB)
[img] Text (Lampiran)
201410115146_Nindya Devi Ersalina_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini tentang perlindungan terhadap hak eksklusif merek akibat tidak adanya perlindungan terhadap pemegang merek terkenal asing, Indonesia telah ikut serta menjadi anggota WTO (World Trade Organization)/ Persetujuan TRIPs (Trade Related Aspect of Intelectual Property Rights). sebagaimana diketahui bahwa Indonesia telah meratifikasi sejumlah instrument internasional sebagai upaya untuk harmonisasi standar internasional HAKI di tanah air. Undang-undang Merek sebagai wujud ratifikasi perjanjian-perjanjian internasional semestinya memberikan perlindungan terhadap merek terkenal. Namun pada kenyataannya perlindungan terhadap hak eksklusif merek terkenal kurang diperhatikan khususnya penerapan prinsip national treatment yang belum dirasakan oleh pemegang merek terkenal. Seperti Kasus Merek Electrosteel Casting Limited yang telah didaftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual oleh Budiman Sugiarto dengan tidak adanya unsur itikad baik dan oleh Pengadilan Niaga dinyatakan bahwa merek tersebut bukan merek terkenal. Sementara merek Electrosteel merupakan merek yang sudah terdaftar dan lebih dulu dikenal diluar negeri sehingga terjadi suatu permasalahan dan akhirnya diselesaikan melalui jalur pengadilan. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui perlindungan hak eksklusif bagi pemegang hak atas merek terkenal kaitannya dengan penerapan prinsip national treatment di pengadilan. Penulisan menggunakan metode penelitian normatif yaitu suatu penelitian yang menganalisis baik hukum sebagai perundang-undangan maupun hukum sebagai putusan pengadilan dalam proses berperkara. Hasil menunjukkan bahwa penerapan pembatalan putusan Pengadilan Niaga dalam hal pendaftaran merek terkenal yang dimuat dalam putusan Mahkamah Agung yang diterapkan kepada tergugat I sudah sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Merek sudah memenuhi perlindungan hak ekslusif merek tekenal serta prinsip national treatment serta asas-asas atau kaidah kaidah nasional maupun internasional. Kata Kunci : HKI, Merek, Perlindungan Merek Terkenal, Hak Ekslusif, Prinsip National Treatment.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Herbert Napitupulu,SH.,MH., Pembimbing II: Esther Masri,SH.,M.Kn
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum (Umum)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:56
Last Modified: 04 Mar 2019 04:56
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1276

Actions (login required)

View Item View Item