Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Institutional Repositories

Dewi, Aprillia Destiana (2023) Penyelesaian Sengketa Harta Waris Pusako Tinggi yang Dikuasai Sepihak Secara Melawan Hukum. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text
201910115129_Aprillia Destiana Dewi_Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text
201910115129_Aprillia Destiana Dewi_BAB I.pdf - Published Version

Download (967kB)
[img] Text
201910115129_Aprillia Destiana Dewi_BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
201910115129_Aprillia Destiana Dewi_BAB V.pdf - Published Version

Download (830kB)
[img] Text
201910115129_Aprillia Destiana Dewi_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (867kB)
[img] Text
201910115129_Aprillia Destiana Dewi_Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Menurut masyarakat Minangkabau ketentuan kewarisan dalam adat berbeda dengan ketentuan kewarisan dalam Islam, terutama mengenai harta pusaka tinggi. Dalam kewarisan harta pusaka di adat Minangkabau bukan suatu peralihan kepemilikan harta dan pembagian harta dari orang yang telah meninggal dunia kepada orang yang masih hidup. Namun suatu peralihan fungsi dan tanggungjawab pengelolaan, pengurusan dan pengawasan harta dari generasi yang sudah meninggal kepada generasi yang masih hidup. Harta pusaka di Minangkabau secara umum diklasifikasi menjadi 2 (dua) jenis yaitu harta pusako tinggi misalnya sawah atau ladang yang bersifat turun temurun dan tidak boleh diperjualbelikan, dan harta pusako randah misalnya rumah, mobil, emas, deposit yang merupakan harta yang didapat dari hasil usaha pekerjaan sendiri dan boleh dijual atau digadaikan menurut keperluan dengan adanya kesepakatan para ahli waris. Segala sengketa yang timbul diusahakan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat, dan apabila dirasakan secara musyawarah dan mufakat dalam satu kaum belum juga menemukan solusi terbaik bisa melalui lembaga kerapatan adat nagari dan penyelesaian yang digunakan dalam kasus tersebut bahwa sebelumnya telah diadakan mediasi oleh para pihak, namun dkarenakan mediasi tersebut gagal maka hakim melanjutkan secara litigasi yang dibuktikan dengan dengan terbitnya putusan Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Pembimbing: Sri Wahyuni, S.H., M.H., Esther Masri, S.H., M.Kn.
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Mr. Arif Syamsudin
Date Deposited: 15 Jan 2024 06:30
Last Modified: 15 Jan 2024 06:30
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/25728

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year