Bakri, Ferimon (2001) Peradilan In Absentia Dalam Tindak Pidana Ekonomi. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
![]() |
Text
9701013_FERIMON BAKRI_HUKUM.pdf Restricted to Registered users only Download (49MB) |
Abstract
Masyarakat cenderung menganggap putusan pengadilan tanpa hadir (Verstek Vonis) terutama dalam perkara ringan adalah sesuatu hal yang biasa atau jamak, ditambah lagi banyaknya anggota masyarakat yang tidak mengindahkan panggilan untuk menghadap dalam sidang pengadilan negeri, Hal tersebut patut di sesalkan karena kewajiban untuk hadir pada sidang pengadilan negeri, baik sebagai tersangka ataupun saksi jelas diatur dalam Hukum Acara Pidana yang berlaku (Pasal 145 dan 146 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana). Sedangkan perundang-undangan No. 3/1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi , dan Undang-Undang No. 7 Drt/1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi, memungkinkan untuk adanya suatu peradilan tanpa hadirnya terdakwa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini, adalah untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai Peradilan In Absentia dalam tindak pidana I: eKonomi, mendapat keterangan mengenai pelaksanaan peradilan in absentia didalam praktek, untuk memperdalam pengetahuan tentang tindak pidana ekonomi sebagai tindak pidana khusus. Objek yang menjadi dasar pembahasan tentang peradilan in absentia ini ada perkara-perkara yang berkenaan dengan kasus in absentia, perkara prakteknya para pelaku Tindak Pidana khususnya pelaku Tindak Pidana Ekonomi banyak yang menyalahgunakan ketentuan tentang peradilan in absentia ini, terutama dengan jalan memanfaatkan ketentuan pasal 16 ayat (6) Undang-Undang No. 7/Drtf1995, dengan cara melarikan diri agar dapat meloloskan diri dari tuntutan hukum badan. Oleh karena itu sangatlah penting peradilan in absentia ini dilakukan guna memberikan sanksi hukum yang jelas terutama bagi pelaku tindak pidana ekonomi (penyelundup) yang tidak diketahui identitasnya. Namun apabila ditinjau dari keadaan perkembangan perekonomian di dunia saat ini, peradilan in absentia ini kurang berguna jika dikaitkan dengan teori pemidanaan yang menghendaki "siksaan dan penderitaan". Jadi hukuman itu sebagai pembalasan atas kesalahan yang diperbuat pelaku kejahatan agar ia menyesali dan tidak akan melakukan perbuatan tersebut.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Additional Information: | Pembimbing I: Soedjoyo Syam, SH., MH.; Pembimbing II: Ika Dewi Sartika Saimima Wardhana, SH |
Subjects: | Ilmu Sosial > Hukum Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana |
Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Admin Administrator Administrator |
Date Deposited: | 28 Feb 2025 03:22 |
Last Modified: | 28 Feb 2025 03:22 |
URI: | http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/33430 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year