Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Institutional Repositories

Nurjayanti, Mardiyana (2009) Proses Pemurnian Minyak Pelumas Bekas Dengan Katalis 1 Yang Diganti Dengan Katalis 2 Di Pt. Wiraswasta Gemilang Indonesia. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text
TEKNIK MARDIYANA NURJAYANTI 2009.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (31MB)

Abstract

Mardiyana Nurjayanti, 2004235005, Proses Pemurnian Minyak Pelumas ( Studi Kasus Pada PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia), Fakultas Teknik Kimia Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Dalam kehidupan sehari - hari kita sebagai menusia apalagi yang mempunyai kendaraan bermotor pasti sangat membutuhkan yang namanya minyak pelumas. Jika kebutuhan pada kendaraan bermotor tersebut tidak digunakan maka akan membuat mesin pada kendaraan bermotor tidak terawat. Ada kebanyakan orang berbicara bahwa minyak pelumas iti seperti iyon dalam tubuh manusia kalau manusia kekurangan ion maka akan lemes sama halnya dengan kendaraan bermotor apabila kendaraan bermotor kekurangan minyak pelumas mesin kendaraan bermotor cepat panas dan cepat rusak, jelas saja minyak pelumas itu nyawa bagi kendaraan bermotor karena kalau kendaraan bermotor tidak ada minyak pelumas pastinya kendaraan bermotor tersebut tidak akan hidup dan di karenakan minyak pelumas sebagaiberguna untuk melancarkan mesin kendaraan bermotor karena minyak pelumas selalu melindungi kendaraan bermotor. Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda, merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan. Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin. Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat mengganti oli mesin . . . oli bekas berwarna hitam ... sering dianggap oli berkualitas buruk. Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak. Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Minyak pelumas yang telah terpakai tidak dapat di huang ke lingkungan dengan sembarang karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan sehingga terjadi penurunan mutu lingkungan. Minyak pelumas yang sudah tidak terpakai disebut dengan Use Lube Oil (minyak pelumas bekas). Use Lube Oil merupakan produk hasil dari suatu pergantian pelumas dalam peralatan yang menghasilkan sejenis minyak yang bisa dikatakan tidak memiliki daya pelumasan lagi dan merupakan barang sisa pemakaian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Pembimbing Materi: Dr. H. Rauf Achmad SuE., M.Si., Pembimbing Teknis: Dr. Karnata Ardjani, M.Sc.
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Kimia
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Admin Administrator Administrator
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:42
Last Modified: 01 Jul 2026 02:42
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/39934

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year