Distopia Kondisi Liberalisme dalam Film Tiga (Studi Semiotika Roland Barthes Tentang Distopia pada Liberalisme di Jakarta dalam Film Tiga).

Yuyun, Wahyuningsih (2016) Distopia Kondisi Liberalisme dalam Film Tiga (Studi Semiotika Roland Barthes Tentang Distopia pada Liberalisme di Jakarta dalam Film Tiga). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img]
Preview
Text (Cover - Daftar Isi)
201210415041_Yuyun Wahyuningsih_Cover - Daftar Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
201210415041_Yuyun Wahyuningsih_BAB I.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB II, III, IV)
201210415041_Yuyun Wahyuningsih_BAB II, III, IV.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
201210415041_Yuyun Wahyuningsih_BAB V.pdf

Download (386kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
201210415041_Yuyun Wahyuningsih_Daftar Pustaka.pdf

Download (277kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
201210415041_Yuyun Wahyuningsih_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (520kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna distopia kondisi Jakarta dalam film Tiga melalui tanda, penanda dan petanda. Film Tiga merupakan film yang menganut paham Liberal dengan menggambarkan kebobrokan Jakarta dua puluh tahun kedepan pada tahun 2036. Paradigma penelitian dalam penelitian adalah konstruktivisme, dengan pendekatan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan analisis semiotika Roland Bartes. Objek penelitian adalah Film Tiga yang disutradai oleh Anggy Umbara dan diklasifikasikan menjadi lima objek distopia kondisi Jakarta, distopia kondisi aparat Negara, distopia kondisi agama, distopia teknologi, dan distopia jurnalistik untuk menemukan tanda dan petanda serta makna pada tataran pertama dan kedua, yakni denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna distopia liberalisme pada film Tiga dapat diketahui melalui penggambaran distopia kondisi Jakarta, distopia kondisi aparat Negara, distopia kondisi agama, distopia teknologi, dan distopia jurnalistik. Kondisi Jakarta berubah menjadi kota yang semakin metropolis ditandai dengan semakin banyaknya gedung-gedung bertingkat, serta ditandai aksi demo yang tergambar pada tahun 2015 hingga 2025 Tahun 2026, revolusi berakhir dan menjadi Negara Liberalisme. Perubahan Aparat Negara ditandai dengan ingin menguasai dunia untuk menciptakan kebebasan di muka bumi. Salah satunya adalah ingin menyingkirkan agama, karena agama dinilai membuat aturan yang membuat manusia tidak bebas. Dengan merusak wajah agama, Aparat Negara melakukan kekacauan dengan mengkambinghitamkan Agama. Perubahan agama ditandai dengan bergesernya nilai agama, ditandai dengan agama menjadi sebuah hal yang pilihan yang salah. Manusia yang seharusnya bebas memilih agama, kini menjadi lebih tidak memilih tak beragama. Agama dianggap sebuah unsur yang membuat aturan sehingga membuat menganutnya tidak bebas. Ketidakbebasan tersebut yang tergambar dalam film ini, harus diberantas agar fungsi Liberal dalam menjadi ideal. Perubahan teknologi yang dimaknai sebagai perubahan teknologi yang menyampaikan informasi secara cepat, serta kemampuan hack yang mempuni. Makna tersebut ditandai dengan perangkat teknologi yang mengalami perubahan seperti, handphone, flashdisk, televisi, pintu, komputer, laptop dan lain sebagainya kini bertransformasi menjadi transparan. Perubahan jurnalistik dimaknai dengan agenda setting media yang masih terjadi ditandai dengan ketidakbebasan pers. Kata Kunci: Semiotika Film Tiga, Distopia, Liberalisme

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Aan Widodo, S.I.Kom, M.I.Kom Pembimbing II : Aminnudin Junaedi, S.Sos, M.I.Kom
Subjects: Ilmu Sosial > Komunikasi
Divisions: Fakultas Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Rifal Mahalli
Date Deposited: 31 Aug 2017 02:45
Last Modified: 31 Aug 2017 02:45
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/479

Actions (login required)

View Item View Item