Penyitaan Oleh Penyidik KPK Terhadap Aset Pelaku Tindak Pidana Korupsi

Widyaningrum, Hesti (2015) Penyitaan Oleh Penyidik KPK Terhadap Aset Pelaku Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Karya Ilmiah, 15 (1). pp. 50-69. ISSN 1410-9794

[img]
Preview
Text
Widyaningrum-Penyitaan Oleh Penyidik KPK Terhadap Aset Pelaku Tindak Pidana Korupsi-repo.pdf

Download (643kB) | Preview

Abstract

Penyidik KPK dapat melakukan penyitaan tanpa surat izin ketua pengadilan negeri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, namun ketentuan ini tidak sesuai dengan aturan umum yang diatur dalam KUHAP. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dasar pemikiran dari pengaturan penyitaan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 berdasarkan 2 (dua) alasan, yakni: 1. Alasan Penegakan Hukum Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang luar biasa, 2. Alasan tentang pemberantasan korupsi yang harus efektif. Syarat sebagai batasan penyidik KPK untuk melakukan penyitaan harus disertai surat perintah penyidikan untuk melakukan penyitaan, benda sitaan harus diseleksi kembali dalam 2 tahap (penyidikan dan prapenuntutan) sebagai pelaksanaan dari prinsip kehati-hatian oleh penyidik KPK. Kedua syarat tersebut dinilai masih memiliki kekurangan sehingga ketentuan mengenai kewenangan penyitaan oleh penyidik KPK harus dilengkapi dengan ketentuan yang jelas dan tegas. Dengan demikian, perlu adanya SOP (Standard Operational Procedure) untuk melengkapi kekurangan dari ketentuan yang telah ada. Jika batasan tersebut dilanggar, maka KPK memberikan sanksi berdasarkan tingkat pelanggarannya yang didasarkan pada temuan pengawas internal. Akan tetapi, temuan pelanggaran tersebut sulit diketahui oleh pengawas internal karena tidak adanya kewajiban penyidik KPK untuk menyerahkan berita acara/ resume penyitaan kepada pengawas internal. Oleh karena itu, KPK agar mewajibkan penyidik KPK untuk menyerahkan berita acara/resume singkat penyitaan kepada pengawas internal dan tetap menjaga profesionalitas, kredibilitas, integritas, dan kesadaran hukum yang tinggi sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap hak tersangka.

Item Type: Article
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Jurnal Karya Ilmiah
Depositing User: Rakhmat Purnomo Purnomo
Date Deposited: 23 May 2018 04:31
Last Modified: 20 Aug 2018 02:42
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/724

Actions (login required)

View Item View Item