Pembuatan Biopelet sebagai Bahan Bakar Padat Melalui Metode Torefaksi dari Limbah Kulit Kacang Tanah

Ningseh, Estu Lestari (2016) Pembuatan Biopelet sebagai Bahan Bakar Padat Melalui Metode Torefaksi dari Limbah Kulit Kacang Tanah. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta raya.

[img]
Preview
Text (Cover-Daftar Isi)
201210235069_Ningseh Estu Lestari_Cover - Daftar Lampiran.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
201210235069_Ningseh Estu Lestari_BAB I.pdf

Download (757kB) | Preview
[img] Text (BAB II, III, IV)
201210235069_Ningseh Estu Lestari_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[img]
Preview
Text (BAB V)
201210235069_Ningseh Estu Lestari_BAB V.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
201210235069_Ningseh Estu Lestari_Daftar Pustaka.pdf

Download (717kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
201210235069_Ningseh Estu Lestari_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Kulit kacang tanah merupakan limbah sisa hasil pertanian yang cukup melimpah di Daerah Yogyakarta khususnya di Kecamatan Wonosari. Salah satu pemanfaatannya adalah dikonversi menjadi biopelet yang akan diaplikasi untuk bahan bakar. Torefaksi merupakan salah satu konversi secara termokimia dengan perlakuan panas terhadap biomassa pada temperatur menengah tanpa oksigen dalam rentang waktu yang relatif singkat sehingga tidak menyebabkan kehilangan berat biomassa secara signifikan dan agar lignin yang masih terkandung di dalam biomassa tidak habis terurai. Dalam penelitian ini dilakukan pengkajian yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik biopelet hasil torefaksi dan melihat pengaruh suhu torefaksi dan waktu torefaksi terhadap mutu biopelet hasil torefaksi yang mengacu pada SNI 8021: 2014 pelet kayu meliputi : kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, nilai kalor, kerapatan dan kuat tekan. Penelitian ini dimulai dengan karakteristik bahan baku secara fisik dan kimia. Kemudian dilakukan proses torefaksi pada suhu 250oC, 275oC dan 300oC dengan waktu torefaksi 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Selanjutnya proses pengecilan ukuran menjadi serbuk dengan menggunakan alat disk mill, dilanjutkan dengan penyeragaman ukuran dengan menggunakan alat saringan lolos saringan 60 mesh tertahan disaringan 80 mesh. Kemudian dilanjutkan proses pencampuran dengan tepung tapioka (pati) dan dilanjutkan proses pencetakan dengan alat kempa hidrolik manual dengan suhu pengempaan 120oC. Biopelet yang dihasilkan dilakukan karakteristik. Dari hasil analisis mutu biopelet dari berbagai parameter yang mengacu pada SNI 8021:2014 pelet kayu, didapatkan bahwa suhu dan waktu torefaksi mampu memperbaiki sifat bahan baku awal terutama pada nilai kalor. Kisaran nilai kalor yang diperoleh berkisar antara 5428 – 6162 kal/g, kadar air sebesar 3,004 – 4,918%, kadar abu sebesar 3,069 – 5,853%, kadar zat terbang sebesar 38,336- 59,926%, kadar karbon terikat sebesar 37,005 – 55,780%, kerapatan sebesar 0,760 – 0,826g/cm3 dan kuat tekan sebesar 14,148 – 39,676g/cm2. Secara umum metode torefaksi dapat meningkatkan kualitas mutu biopelet kecuali kadar abu. Kondisi optimal biopelet torefaksi limbah kulit kacang tanah didapatkan pada perlakuan biopelet torefaksi suhu 250oC dengan waktu 45 menit. Akan tetapi kondisi optimal ini belum memberikan nilai kadar abu yang sesuai dengan SNI 8021:2014 pelet kayu. Kata kunci : kulit kacang tanah, biopelet, torefaksi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Mei Krismahariyanto, ST., MM., Pembimbing II: Dr. Ir. Semuel R Kabangnga, MM., Pembimbing III: Santiyo Wibowo, STP., M.Si
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknologi Kimia dan Ilmu yang Berkaitan > Industri Bahan Bakar Lainnya
Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Kimia
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Doni Alfianthoro
Date Deposited: 22 Jun 2018 03:01
Last Modified: 22 Jun 2018 03:01
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/772

Actions (login required)

View Item View Item