Kedudukan Hukum Pelaku Pembunuhan Dalam Keadaan Terdesak (Studi Kasus Putusan Nomor 466/Pid.B/2011/PN.Bks)

Satria, Aji Prasojo (2015) Kedudukan Hukum Pelaku Pembunuhan Dalam Keadaan Terdesak (Studi Kasus Putusan Nomor 466/Pid.B/2011/PN.Bks). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta raya.

[img]
Preview
Text (Cover-Daftar Isi)
201110115188_Satria Aji Prasojo_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
201110115188_Satria Aji Prasojo_BAB I.pdf

Download (716kB) | Preview
[img] Text (BAB II, III, IV)
201110115188_Satria Aji Prasojo_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB V)
201110115188_Satria Aji Prasojo_BAB V.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
201110115188_Satria Aji Prasojo_Daftar Pustaka.pdf

Download (191kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
201110115188_Satria Aji Prasojo_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Kata Kunci : Pelaku Pembunuhan, Keadaan Terdesak Pembunuhan merupakan tindak pidana yang dilarang dalam pembelaan diri terdapat tindakan yang perlu bahkan harus dilakukan jika terjadi ancaman atau serangan melawan hukum. Jika pembelaan diri yang dilakukan seseorang dalam rangka menangkis datangnya serangan tindakan melawan hukum itu berujung pada kematian si penyerang, maka dalam kasus ini perlu ada klasifikasi khususnya untuk menyikapinya, karena untuk mempertahankan dirinya dari kematian. Dengan demikian timbul permasalahan untuk mengetahui kedudukan seseorang dalam pelaku pembunuhan dalam keadaan terdesak dan dalam upaya melindungi hak-haknya. Untuk meneliti hal permasalahan tersebut menggunakan metode penelitian hukum normatif dan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan mengacu kepada aturan hukum yang berlaku serta penerapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum yang terdiri tentang tindak pidana dan tindak pidana pembunuhan dan pertanggungjawabannya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kedudukan hukum tindak pidana pembunuhan dalam keadaan terdesak adalah tidak adanya niat atau disengaja dari Mulyadi untuk melakukan pembunuhan akan tetapi adanya paksaan dari Ronny yang mana telah melakukan pemukulan terlebih dahulu yang mengakibatkan terjatuhnya Mulyadi hingga Mulyadi melihat sebilah pisau yang ada didalam tasnya dimana pisau tersebut adalah untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu oleh dirinya, karena adanya reflek yang cukup bagus dari Mulyadi maka terjadilah pembunuhan tersebut. Berdasarkan dari pertimbangan hakim dalam memutuskan kasus tindak pidana pembunuhan dalam keadaan terdesak sangatlah berat dengan mengacu pada pasal 338 dan 340 KUHP.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing Materi: Drs. I.P. Silalahi, SH., MH., Pembimbing Tekhnis: Indra Lubis, SH., MM.
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Doni Alfianthoro
Date Deposited: 22 Jun 2018 03:12
Last Modified: 22 Jun 2018 03:12
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/804

Actions (login required)

View Item View Item