Sudibyo, Anton (2009) Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Premanisme Di Wilayah Hukum Polres Metro Tangerang Analisis Putusan Petikan PN. Tangerang Nomor: 619/Pid BI2007 Tng. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
|
Text
HUKUM ANTON SUDIBYO 2009.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (27MB) |
Abstract
Preman adalah seorang yang berpenampilan kasar, brutal, seram, dengan perilaku suka memeras, menodong, melakukan kejahatan, dan menganggu ketertiban.Prernanisme merupakan salah satu bentuk penyimpangan dari harapan terwujudnya kehidupan sosial yang tentram. Akar permasalahan premanism tumbuh karena sulit mencari pekerjaan, tingginya angka kemiskinan serta sulit lemahnya penegakan hukurn.Permaslahan dari Skripsi ini adalah a). Apakah factor yang menjadi kendala dalam Operasi Pembrantasan Premanisme di wilayah hukum Polres Metropolitan Tangerang, b). Bagaimana Pemberian sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana premanisme di wilayah hukum Polres Metropolitan Tangerang. Maksud penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang bagaimana penanganan terhadap premanisme yang telah dilaksanakan saat ini dan bagaimana seharusnya cara penanganan premanisme yang efektif dan efesien guna mewujudkan Polri yang professional.Tujuan Penelitian adalah sebagai bahan masukan pimpinan di Polres Metropolitan Tangerang dalam rangka menyusun kebijakan srtategis dalam menagani premanisme secara lebih selektif dan efesien serta mendapat legitimasi dari aparatur pemerintahan yang lain terrnasuk masyarakat sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai secara optimal Metode penelitian yang digunakan adalah .Metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan Operasi Pembrantasan preman mengacu pada Ops Brantas Jaya 2009 rnerupakan Ops terpusat dari Mabes Polri. Berdasar pada uu no 22 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia memiliki tugas memlihara kearnanan dalam negeri, menegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayan kepada masyarakat. Polres Metropolitan Tangerang dalam rnelaksanakan Ops. pembrantasan preman menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia dan kepentingan umum. Faktor yang mendukung dari internal polisi adalalah kebijakan Kapolri tentang Ops Pelaksanaan Operasi preman, factor petugas polisi dan factor fasilitas, sedangkan factor eksteren adalah masyarakat dan dukungan tokoh- tokoh masyarakat, Faktor penghambat dari intern polisi adalah kurang professionalitas dalam menentukan kriteria preman, factor penghambat dari eksterem adalah kurang mendapat dukungan dari instansi terkait sehingga polisi menjadi tidak optimal.berdasarkan penelitian kejahatan preman itu bisa di perkarakan secara pidana untuk diadili di Pengadilan.Bagi masyarakat agar bisa lebih memahami upaya yang dilakukan oleh Polres Metropolitan Tangerang dalam membrantas prernan bisa menghargai serta tidak memberikan penilaian negative
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing Materi : Burhanudin Hasan,SH.,MH., Pembimbing Teknis : Lukrnan Hakim SH., MH. |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Admin Administrator Administrator |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 02:01 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 02:01 |
| URI: | http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/39995 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
