Penilaian Unsur Kebaruan (Novelty) terhadap Desain Industri Alat Fitness (Studi Kasus Putusan Perkara Desain Industri Nomor 286 K/Pdt.Sus-HKI/2015.), 130 halaman, 2018

Devi, Kartika (2018) Penilaian Unsur Kebaruan (Novelty) terhadap Desain Industri Alat Fitness (Studi Kasus Putusan Perkara Desain Industri Nomor 286 K/Pdt.Sus-HKI/2015.), 130 halaman, 2018. Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410115057_Devi Kartika_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
201410115057_Devi Kartika_BAB I.pdf

Download (582kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410115057_Devi Kartika_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (926kB)
[img] Text (BAB V)
201410115057_Devi Kartika_BAB V.pdf

Download (235kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410115057_Devi Kartika_Daftar Pustaka.pdf

Download (183kB)
[img] Text (Lampiran)
201410115057_Devi Kartika_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapat dan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 02/HKI.Desain Industri/2014/PN Niaga Sby. dan Mahkamah Agung Nomor 286 K/Pdt.Sus-HKI/2015 apakah telah memenuhi Prinsip/Asas/Kaidah Nasional dan Internasional dalam menilai unsur kebaruan (Novelty) desain industri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian normatif empiris. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya berpendapat bahwa penggugat bukan termasuk dalam “Pihak yang Berkepentingan (legal standing)” untuk mengajukan gugatan pembatalan pendaftaran hak desain industri. Karena, yang dapat mengajukan gugatan adalah subjek hukum desain industri dalam hal ini adalah pendesain. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya telah memenuhi ketentuan Prinsip/Asas/Kaidah Hak Kekayaan Intelektual Nasional maupun Internasional terkait pendapatnya tersebut. Sedangkan, pada tingkat kasasi Mahakamah Agung berpendapat desain industri yang dimiliki oleh tergugat sudah tidak memiliki unsur kebaruan lagi karena sudah ada pengungkapan sebelumnya di luar negeri dan telah menjadi milik umum. Namun, penggugat tetap dalam posisi bukan pihak yang berkepentingan dalam hal pengajuan gugatan pembatalan pendaftaran desain industri yang sependapat dengan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya. Pendapat Mahkamah Agung tersebut secara jelas telah memenuhi ketentuan Prinsip/Asas/Kaidah Hak Kekayaan Intelektual Nasional maupun Internasional. Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Desain Industri, Unsur Kebaruan, Legal Standing.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Herbert Napitupulu, S.H., M.H.,Pembimbing II: Esther Masri, S.H., M.Kn
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum (Umum)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:49
Last Modified: 04 Mar 2019 04:49
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1228

Actions (login required)

View Item View Item