Analisis Yuridis Terhadap Mempekerjakan Anak Di Bawah Umur Dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Kasus Putusan Nomor: 1608/Pid.Sus/2016/PN.TNG)

Putri, Hargiyanti Sabatini (2018) Analisis Yuridis Terhadap Mempekerjakan Anak Di Bawah Umur Dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Kasus Putusan Nomor: 1608/Pid.Sus/2016/PN.TNG). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410115163_Putri Hargiyanti Sabatini_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
201410115163_Putri Hargiyanti Sabatini_BAB I.pdf

Download (777kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410115163_Putri Hargiyanti Sabatini_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
201410115163_Putri Hargiyanti Sabatini_BAB V.pdf

Download (194kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410115163_Putri Hargiyanti Sabatini_Daftar Pustaka.pdf

Download (276kB)
[img] Text (Lampiran)
201410115163_Putri Hargiyanti Sabatini_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (36MB)

Abstract

traficking salah satu bentuk perlakuan terburuk dan pelanggaran harkat dan martabat terhadap anak. Persoalan ini sangat meresahkan masyarakat, sehingga butuh penegakan hukum yang maksimal. Namun, dalam kenyataannya tidak seideal yang terjadi seperti dalam Putusan Nomor; 1608/Pid.Sus/2016/PN.TNG. Jenis penulisan yang dipakai dalam penelitian ini adalah secara normatif-empiris. Metode yang dipergunakan dalam mengumpulkan data penelitian adalah penelitian lapangan(field research), berupa data-data yang penulis peroleh dari lapangan dan penelitian kepustakaan(library research), bahan-bahan tersebut kemudian disusun secara sistematis, dikaji, kemudian ditarik suatu kesimpulan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Dalam mengambil keputusan, hakim harus mempunyai pertimbangan yang bijak supaya putusan tersebut sesuai dengan asas keadilan. Putusan pemidanaan adalah pemidanaan terhadap terdakwa apabila kesalahan terdakwa pada perbuatannya terbukti secara sah dan meyakinkan maka hakim harus menjatuhkan putusan pemidanaan; Putusan lepas adalah jika kesalahan terdakwa dalam dakwaan jaksa penuntut umum terbukti tetapi perbuatannya bukan merupakan perbuatan tindak pidana; Putusan bebas adalah apabila menurut hasil pemeriksaan kesalahan terdakwa menurut hukum secara sah dan meyakinkan tidak terbukti. Hal ini berkaitan dengan pertimbangan hakim pada putusan nomor: 1608/Pid.Sus/2016/PN.Tng melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum karena berdasarkan fakta-fakta persidangan perbuatan terdakwa Tajudin di nilai mendidik, melatih membantu orang tua dan memfasilitasi perekonomian keluarga, serta penanaman nilai-nilai kemandirian pada diri anak dengan adanya persetujuan orang tuanya. Namun seharusnya perbuatan yang dilakukan terdakwa tidak dilepaskan/hilang menurut hukum dikarenakan perbuatan terdakwa secara sah telah melakukan perbuatan tindak pidana perdagangan orang, mengingat bagi anak, seseorang yang belum mencapai usia 18 tahun, persetujuan harus dianggap tidak relevan karena pasal 3 sub paragraf c Protokol Palermo 2000 mengakui situasi khsusus anak, dimana menghilangkan adanya unsur “cara” sebagai syarat keharusan untuk terjadinya perdagangan orang. Kata Kunci : Tindak Pidana Perdagangan Orang, Anak, Putusan Pidana, Putusan Lepas

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Lukman Hakim,SH.,MH., Pembimbing II: Hesti Widyaningrum,SH.,MH
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Ludfia
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:56
Last Modified: 04 Mar 2019 04:56
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1301

Actions (login required)

View Item View Item