Upaya Penurunan Produk Cacat Pada Proses Produksi Nutrisari Dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

Agung, Budianto (2018) Upaya Penurunan Produk Cacat Pada Proses Produksi Nutrisari Dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201410215089_Agung Budianto_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB I)
201410215089_Agung Budianto_BAB I.pdf

Download (691kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201410215089_Agung Budianto_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
201410215089_Agung Budianto_BAB V.pdf

Download (100kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201410215089_Agung Budianto_Daftar Pustaka.pdf

Download (77kB)
[img] Text (Lampiran)
201410215089_Agung Budianto_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

PT. Nutrifood Indonesia merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman, salah satu produknya adalah minuman serbuk Nutrisari. Dalam upaya mempertahankan kualitas produk, PT. NFI berusaha untuk meminimasi jumlah kecacatan dalam setiap unit produksinya. Agar dapat menarik pasar bangsa Indonesia yang besar, perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Pengumpulan data yang dilakukan di PT. NFI pada Line Processing dari bulan Januari sampai dengan Desember 2017, tingkat defect telah melewati batas target cacat yang diterima yaitu sebesar 1,12 %. Prioritas perbaikan akan dilakukan pada defect kadar air tinggi dan lump basah yang merupakan case defect tertinggi pada tahun 2017. Kedua defect tersebut berada pada sub proses granulasi. Tahap berikutnya, dilakukan analisis perbaikan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) pada proses granulasi. Lalu melalui hasil RPN yang didapatkan melalui pengolahan data, modus kegagalan potensial yang paling utama sebagai penyebab terjadinya kecacatan yang harus segera ditangani. Dari hasil pengamatan tersebut diperoleh 5 besar potensi kegagalan dengan nilai RPN tertinggi pada proses granulasi Nutrisari. Didapat hasil penyebab potensi kegagalan yaitu ada container yang tidak melalui proses pemanasan terlebih dahulu, dengan nilai RPN sebesar 60. Untuk penyebab potensi kegagalan selang binder tidak terpasang screen adalah operator tidak mengecek bahwa screen telah terpasang dengan baik, dengan nilai RPN sebesar 45. Untuk penyebab potensi kegagalan spray test tidak dilakukan sebelum proses granulasi adalah belum adanya IK terkait proses spray test ini, dengan nilai RPN sebesar 40. Untuk penyebab potensi kegagalan ada air yang masih tersisa di part mesin glatt adalah proses pengeringan part tidak dilakukan secara optimal dan menyeluruh, dengan nilai RPN sebesar 40. Untuk penyebab potensi kegagalan tidak dilakukannya manual shaking setelah pengecekan hasil granulasi oleh QC adalah belum adanya IK terkait manual shaking ini, dengan nilai RPN sebesar 36. Untuk mengetahui prioritas perbaikan atau tindak lanjut terhadap penyebab-penyebab yang dipaparkan dalam FMEA maka digunakan metode 5W+1 H.Berdasarkan pengolahan data FMEA dan hasil analisa 5W + 1H, dibuatkan tindakan rekomendasi yang berupa prosedur/instruksi kerja yang bertujuan mengurangi atau mengeliminasi resiko akibat kegagalan, diantaranya IK Persiapan Proses Granulasi dan IK Pengoperasian Line Glatt. Kata kunci : PFMEA, Defect, Kegagalan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Daonil, ST., MT, Pembimbing II: Ir. Zulkarni Sinaga, MT
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Industri
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Raden Ola Triana
Date Deposited: 10 Apr 2019 05:21
Last Modified: 10 Apr 2019 05:21
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1538

Actions (login required)

View Item View Item