Analisis Defect Dented dan Undercutt Pada Produk Part Stabilizer Engine Mounting Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Studi Kasus Di PT. CHANDRA NUGRAHA CIPTA (CNC).

Ruly, Santiko Apriyanto (2018) Analisis Defect Dented dan Undercutt Pada Produk Part Stabilizer Engine Mounting Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Studi Kasus Di PT. CHANDRA NUGRAHA CIPTA (CNC). Undergraduate thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201310215212_Ruly Santiko_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (890kB)
[img] Text (BAB I)
201310215212_Ruly Santiko_BAB I.pdf

Download (352kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201310215212_Ruly Santiko_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB V)
201310215212_Ruly Santiko_BAB V.pdf

Download (202kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201310215212_Ruly Santiko_Daftar Pustaka.pdf

Download (152kB)
[img] Text (Lampiran)
201310215212_Ruly Santiko_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (656kB)

Abstract

PT.CNC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri komponen otomotif, dimana salah satu produknya adalah part stabilizer engine mounting. Pada bulan Februari-April 2017 terdapat jumlah cacat dented dan undercutt yang berada diatas 12% yang melebihi batas toleransi 4%, untuk itu diperlukan penelitian yang bertujuan 1).Menentukan resiko kegagalan yang terjadi pada proses produksi part stabilizer engine mounting, 2).Menentukan akar masalah penyebab cacat dented dan undercutt, 3).Menetapkan usulan perbaikan cacat dented dan undercutt, 4).Menganalisis resiko kegagalan yang terjadi pada proses produksi part stabilizer engine mounting dengan metode FMEA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah FMEA, untuk kemudian dianalisa dengan alat bantu fishbone dan analysis 5W+1H. Hasil temuan dari penelitian ini adalah 1).Resiko kegagalan yang terjadi pada proses bending 2 adalah yang tertinggi dengan hasil RPN 315, 2).Akar masalah dented: Kurang perawatan pada mesin, mesin sering trouble. Hasil proses mesin bending 2 cacat dented. Terjadinya benturan part saat handling, body bracket 1 cacat. Operator baru, belum memahami mesin. Akar masalah undercutt adalah: Hasil proses las cacat. Operator baru, kurang paham mesin las. Hasil proses pengelasan tidak sempurna. Dibuatkan check sheet harian pada mesin dan pastikan pengisian lembar check sheet di isi sesuai dengan visual yang ada pada mesin. 3). Perbaikan defect dented: Modifikasi dies dengan ditambahkan Teflon. Penggantian penempatan part menggunakan polybox ukuran type 2233. Dilakukan training khusus pada operator baru. Perbaikan defect undercutt : Pemasangan bracket 1 disesuaikan dengan jig. Dilakukan training khusus pada operator baru. Dibuatkan checksheet harian pada mesin las. Penggantian bearing axis lama dengan yang baru. 4). Cost defect dented: Februari Rp.43.263.494,- defect 655pcs. Maret Rp.38.441.761 defect 582pcs. April Rp.39.432.528 defect 597pcs. Penurunan biaya Mei Rp.5.540.956, defect 302pcs. Cost ditimbulkan defect undercutt: Februari Rp.37.054.687 defect 561pcs. Maret Rp.39.498.579 defect 598pcs. April Rp.37.781.250 defect 572pcs. Penurunan biaya bulan Mei Rp.3.757.575 defect 256pcs. Kata kunci : Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Diagram Sebab-Akibat (Fishbone), Analysis 5W+1H.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I: Achmad Muhazir, Ir., MT, Pembimbing II: Daonil, ST., MT
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Industri
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Raden Ola Triana
Date Deposited: 12 Mar 2019 06:29
Last Modified: 12 Mar 2019 06:29
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1571

Actions (login required)

View Item View Item