Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Institutional Repositories

Emil, Assad Siregar (2019) Tinjauan Yuridis Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Dalam Bukti Permulaan Perkara Membawa Anak Di Bawah Umur (Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 6/Pid.Prap/2014/PN.Jkt Sel). Masters thesis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
201620252013_Emil Assad Siregar_Cover-Daftar Isi.pdf

Download (780kB)
[img] Text (BAB I)
201620252013_Emil Assad Siregar_BAB I.pdf

Download (518kB)
[img] Text (BAB II, III, IV)
201620252013_Emil Assad Siregar_BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (978kB)
[img] Text (BAB V)
201620252013_Emil Assad Siregar_BAB V.pdf

Download (148kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
201620252013_Emil Assad Siregar_Daftar Pustaka.pdf

Download (190kB)
[img] Text (Lampiran)
201620252013_Emil Assad Siregar_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (100kB)

Abstract

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penyidik tindak pidana, Kepolisian memiliki peraturan yang harus dilaksanakan oleh Penyidik, guna menghindari Penyalahgunaan Wewenang (abusing of power) yang dapat mengakibatkan upaya Penyidikan itu sendiri terhenti di tingkat Praperadilan. Dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 diatur mengenai sistem dan tata cara penyidikan, dimana salah satu ketentuan perihal penyidikan adalah adanya Bukti Permulaan yang cukup. Dalam praktiknya tidak jarang bukti permulaan tidak dijadikan dasar sebagai upaya penangkapan ditingkat penyidikan, sehingga menjadikan upaya penyidikan tidak maksimal dilaksanakan oleh Kepolisian sebagaimana terjadi pada perkara Putusan Nomor 06/Pid.Prap/2014/PN.JKT-Sel. Dalam perkara tersebut, Kepolisian dianggap lalai akibat kurangya bukti permulaan yang cukup dalam perkara ini, sehingga penangkapan terhadap tersangka Melvern Hidajat, yang diduga membawa anak dibawah umur tanpa seijin orang tua atau wali. Dimana pihak anak yang diduga sebagai korban dalam perkara ini yaitu Viola Fransisca sudah tidak berstatus anak dibawah umur, karena pada saat tersangka diduga melakukan tindak pidana yang disangkakan, korban Viola Fransisca ternyata sudah berusia 20 Tahun, dan tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodelogi pendekatan normatif. Menurut Mukti Fajar ND, penelitian hukum empiris mempunyai objek kajian mengenai perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat yang dikaji adalah perilaku yang timbul akibat berinteraksi dengan sistem norma yang ada. Interaksi itu mucul sebagai bentuk reaksi masyarakat atas diterapkannya sebuah ketentuan perundangan positif dan bisa pula dilihat dari perilaku masyarakat sebagai bentuk aksi dalam mempengaruhi pembentukan sebuah ketentuan hukum positif. Kesimpulan penelitian ini adalah bentuk pertanggung jawaban Kepolisian dalam perkara Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 6/Pid.Prap/ 2014/PN.Jkt Sel, dapat dilakukan dengan memberikan sanksi administratif kepada penyidik yang terlibat dalam penangkapan tersangka Melvern Hidajat, karena melanggar etika Kelembagaan sebagaimana diatur dalam Pasal 7, serta ketentuan Pasal 13 ayat 1G Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011. Kata Kunci : Penyidikan, Bukti Permulaan, dan Tindak Pidana Membawa Anak Dibawah Umur

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing I: Dr. H. Erwin Owan Hermansyah, SH., MH, Pembimbing II: Dr. Ir. H.M. Hanafi Darwis, SH., S.Pd., MM.
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Raden Ola Triana
Date Deposited: 10 Feb 2020 07:12
Last Modified: 10 Feb 2020 07:12
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/1939

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year