Tinjauan Fenomena “Hate Speech” dengan Muatan Politik di Indonesia dalam Perspektif “Psychological Hatred”

Hanna Rahmi, Hanna and Andreas Corsini Widya Nugraha, Andreas Corsini Tinjauan Fenomena “Hate Speech” dengan Muatan Politik di Indonesia dalam Perspektif “Psychological Hatred”. Jurnal Keamanan Nasional. ISSN 2579-7727 (Submitted)

[img] Text (Tinjauan Fenomena “Hate Speech” dengan Muatan Politik di Indonesia dalam Perspektif “Psychological Hatred”)
Jurnal Kamnas Hanna (1).docx

Download (85kB)

Abstract

Munculnya media sosial di Indonesia memberikan efek manfaat positif dan negatif dalam bidang informasi. Beberapa permasalahan timbul diakibatkan perkembangan teknologi berkaitan dengan media sosial, munculnya berita bohong, ujaran kebencian, dan penipuan adalah beberapa faktor efek dari media sosial. Fenomena “Pemilu” baik Presiden dan Kepala Daerah menyeret media sosial ke dalam arus kampanye negatif, dan menjadi pematik munculnya “hate speech” dalam media sosial. Secara historis “hate speech” sudah lama muncul dan disertai dengan peristiwa-peristiwa kekerasan, perundungan, maupun genosida massal pada sekelompok orang dan masyarakat tertentu. Hal ini menjadi permasalahan yang serius bila tidak ditangani dengan serius, karena pada dasarnya menjadi penyebab dari munculnya disintegrasi bangsa Indonesia. Kajian Psikologis mencoba mengurai benang merah kemunculan dari “hate speech”, sehingga pada nantinya didapatkan potensi ide-ide dalam mengurai masalah berkaitan dengan hate speech, khususnya dalam bidang pendidikan.

Item Type: Article
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > Psikologi
Ilmu Sosial > Politik
Ilmu Sosial > Komunikasi
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
KODE PRODI: 73201
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Hanna Rahmi, Hanna0326107706
Andreas Corsini Widya Nugraha, Andreas Corsini0316028901
Depositing User: Andreas Carsini Widya Nugraha
Date Deposited: 28 Aug 2020 01:31
Last Modified: 28 Aug 2020 01:31
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/4484

Actions (login required)

View Item View Item