PENINGKATAN RESAPAN AIR HUJAN DAN REDUKSISAMPAH ORGANIKDI WILAYAH PERMUKIMAN DENGAN PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI

Navanti, Dovina PENINGKATAN RESAPAN AIR HUJAN DAN REDUKSISAMPAH ORGANIKDI WILAYAH PERMUKIMAN DENGAN PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI. Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat (JSTPM). ISSN 2722-3957

[img] Text
431-Article Text-1565-4-10-20210217.pdf

Download (394kB)

Abstract

Genangan air di musim hujan dan tumpukan sampah telah menjadimasalah bagi banyak kota. Masalah lain yang sering dialami adalah kekeringan di musim kemarau yang diakibatkan sedikitnya air hujan yang mengisi kembali rongga tanah. Semakin banyaknya lahan hijau yang berubah fungsi menjadi bangunan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air.Dengan berkurangnya daerah resapan air, hujan yang turun tidak meresap kembali ke dalam tanah melainkan mengalir di permukaan.Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah domestik. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah domestikmenimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Perumahan Mutiara GadingTimur merupakan salah satu tempat di kota Bekasi yang hanya memiliki sedikit daerah resapan air karena sebagian besar lahan telah dipergunakan sebagai rumah atau jalan.Pembuatan lubang resapan biopori dapat menjadi alternatif untuk mengurangi volume air permukaan, meningkatkan tingkat resapan air hujan ke dalam tanah, dan mereduksi sampah organik yang mudah terurai.Lubang resapan biopori dibuat vertikal ke dalam tanah, dengan diameter 10 –25 cm dan kedalaman sekitar 100 cm. Di bagian atas lubang diisi dengan sampah organik yang kemudian akan terurai menjadi kompos.Adanya kompos di bagian atas lubang biopori akan meningkatkan aktivitas organisme dalam tanah yang membentuk rongga-rongga untuk meresapkan air ke dalam tanah.Kata kunci: biopori, resapan air, reduksisampah1.PENDAHULUANSirkulasi air di permukaan bumi dan atmosfer tidak pernah berhenti dan mengikuti siklus hidrologi. Kebutuhan air di bumi dapat terpenuhi dengan adanya siklus hidrologi. Air hujan yang turun sebagian akan masuk ke dalam tanah melalui proses infiltrasi dan sebagian lagi bergerak di atas tanah menjadi air permukaan. Air yang masuk ke dalam tanah mengisi rongga dalam tanah dan mengisi cadangan air dalam tanah. Air permukaan bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah melalui saluran, misalnya saluran drainase, sungai, dan laut. Salah satu fungsi lahan adalah untuk meresapkan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah. Masalah banjir sering melanda kota-kota di Indonesia yang berhubungan dengan semakin berkurangnya daerah resapan air. Sebagian besar lahan hijau sebagai daerah resapan air di perkotaan telah beralih fungsi menjadi bangunan dan jalan. Dengan berkurangnya daerah resapan air, hujan yang turun tidak meresap kembali ke dalam tanah melainkan mengalir di permukaan. Bila jumlah air permukaan meningkat dan saluran drainase tidak dapat menampung debit air yang masuk maka air meluap menjadi banjir (Widyastuti, 2013).Selain banjir, masalah lain yang sering dialami adalah kekeringan di musim kemarau yang diakibatkan sedikitnya air hujan yang mengisi kembali rongga tanah (Brata & Nelistya, 2008). Pengelolaan sampah yang tidak tepat juga dapat menjadi penyebab banjir. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran drainase menyebabkan berkurangnya dayatampung saluran dan aliran air menjadi terhambat sehingga air meluap menjadi banjir(Karuniastuti, 2014). Sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan jenis sampah organik. Saat ini sebagian besar sampah organik langsung dibuang ke tempat pembuangan tanpa pengolahan. Hal ini menyebabkan tingginya volume sampah yang harus diangkut dan luasnya lahan tempat pembuangan akhir yang harus disediakan. Jumlah sampah organik dapat dikurangi dengan melakukan pengomposan. Pada proses pengomposan, sampah organik akan diuraikan menjadi unsur hara yang dibutuhkan tanah dengan bantuan mikroorganisme. Pengomposan mengubah sampah organik yang berpotensi menimbulkan pencemaran menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Item Type: Article
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Lingkungan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Navanti, Dovina0327037601
Depositing User: Dovina navanti
Date Deposited: 23 Aug 2021 07:33
Last Modified: 23 Aug 2021 07:33
URI: http://repository.ubharajaya.ac.id/id/eprint/9873

Actions (login required)

View Item View Item